Lewati ke konten utama

Dedi Rochmansyah

Senior Investigator

Talenta
Perumahan Kemang Graha Insani Blok A11, Kelurahan Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, 16310Anggota sejak 17 Juli 2026
CRM (Customer Relationship Management)
·

Sewa orang ini

Kirim tawaran pekerjaan langsung ke kandidat ini

CRM (Customer Relationship Management)

Tentang

Monitoring claim pemegang polis ataupun penerima manfaat dari polis hal ini dengan cara kroscek Pre - Existing Condition, riwayat penyakit tertanggung ataupun penerima manfaat dari polis hingga terjadinya kemungkinan indikasi Fraud terhadap proses suatu klaim.

Pengalaman

Senior Investigator - PT DIM (Deswa Invisco Multitama) - Jakarta, Indonesia

(2021-07 - 2025-03)

Monitoring claim pemegang polis ataupun penerima manfaat dari polis hal ini dengan cara kroscek Pre - Existing Condition, riwayat penyakit tertanggung ataupun penerima manfaat dari polis hingga terjadinya kemungkinan indikasi Fraud terhadap proses suatu klaim.

  • Pengiriman surat yang mencakup informasi medis atau riwayat medis pemegang polis ataupun penerima manfaat atas polis kepada Rumah Sakit, Klinik, Praktek Dokter dimana pemegang polis dirawat atau, penelusuran ke Rumah Sakit sekitar dari tempat tinggal tertanggung.
  • Validasi keabsahan dari dokumen – dokumen yang dilampirkan sebagai salah satu syarat pengajuan klaim dari tertanggung, bisa melalui konfirmasi melalui telepon ataupun jika terbukti terdapat indikasi Fraud terhadap suatu klaim tersebut dengan menindak lanjuti pembuktian akan dokumen – dokumen yang diberikan untuk proses klaim tersebut asli atau dimanipulasi dengan dilegalisir bukti keabsahannya dari institusi – institusi yang menerbitkan dokumen tersebut.
  • Merefrensikan untuk hasil dari kasus- kasus yang telah ditelusuri dalam proses klaim ini dibayarkan atau tidak dibayarkan dengan bukti yang otentik dan akurat keabsahannya.

Assistant Manager Investigasi - Prudential Life Assurance Southridge, SC - Jakarta, Indonesia

(2019-04 - 2021-07)

Monitoring claim pemegang polis ataupun penerima manfaat dari polis hal ini dengan cara kroscek Pre - Existing Condition, riwayat penyakit tertanggung ataupun penerima manfaat dari polis hingga terjadinya kemungkinan indikasi Fraud terhadap proses suatu klaim.

  • Pengiriman surat yang mencakup informasi medis atau riwayat medis pemegang polis ataupun penerima manfaat atas polis kepada Rumah Sakit, Klinik, Praktek Dokter dimana pemegang polis dirawat atau, penelusuran ke Rumah Sakit sekitar dari tempat tinggal tertanggung.
  • Validasi keabsahan dari dokumen – dokumen yang dilampirkan sebagai salah satu syarat pengajuan klaim dari tertanggung, bisa melalui konfirmasi melalui telepon ataupun jika terbukti terdapat indikasi Fraud terhadap suatu klaim tersebut dengan menindak lanjuti pembuktian akan dokumen – dokumen yang diberikan untuk proses klaim tersebut asli atau dimanipulasi dengan dilegalisir bukti keabsahannya dari institusi – institusi yang menerbitkan dokumen tersebut.
  • Merefrensikan untuk hasil dari kasus- kasus yang telah ditelusuri dalam proses klaim ini dibayarkan atau tidak dibayarkan dengan bukti yang otentik dan akurat keabsahannya.
  • CRM (Customer Relationship Management)
  • Koordinasi dengan team investigator yang menjadi rekan kerja dalam Monitoring komplen yang timbul atas proses investigasi dari proses awal investigasi sampai dengan hasil dari penelusuran untuk dasar Analisa dan penguatan data claim analyst dalam pengambilan keputusan.
  • LIVE INVESTIGATION - Proses penelusuran dengan konfirmasi ke RS untuk pasien yang sedang rawat inap, hal ini memungkinkan jika saat proses penelusuran ini mendapatkan data riwayat yang dianggap material sebelum tertanggung issued polis atau adanya pemulihan, akan menjadikan dasar pengambilan keputusan rekan dibagian penjaminan untuk tidak menjaminkan perawatan yang saat ini, sehingga pasien disarankan reimburs atas perawatan tsb.

Senior Eksekutif Investigasi, Fraud Claim - Prudential Life Assurance Southridge, SC - Jakarta, Indonesia

(2015-03 - 2019-03)

Monitoring claim pemegang polis ataupun penerima manfaat dari polis hal ini dengan cara kroscek Pre - Existing Condition, riwayat penyakit tertanggung ataupun penerima manfaat dari polis hingga terjadinya kemungkinan indikasi Fraud terhadap proses suatu klaim.

  • Pengiriman surat yang mencakup informasi medis atau riwayat medis pemegang polis ataupun penerima manfaat atas polis kepada Rumah Sakit, Klinik, Praktek Dokter dimana pemegang polis dirawat atau, penelusuran ke Rumah Sakit sekitar dari tempat tinggal tertanggung.
  • Validasi keabsahan dari dokumen – dokumen yang dilampirkan sebagai salah satu syarat pengajuan klaim dari tertanggung, bisa melalui konfirmasi melalui telepon ataupun jika terbukti terdapat indikasi Fraud terhadap suatu klaim tersebut dengan menindak lanjuti pembuktian akan dokumen – dokumen yang diberikan untuk proses klaim tersebut asli atau dimanipulasi dengan dilegalisir bukti keabsahannya dari institusi – institusi yang menerbitkan dokumen tersebut.
  • Merefrensikan untuk hasil dari kasus- kasus yang telah ditelusuri dalam proses klaim ini dibayarkan atau tidak dibayarkan dengan bukti yang otentik dan akurat keabsahannya.
  • Koordinasi dengan team investigator yang menjadi rekan kerja dalam Monitoring komplen yang timbul atas proses investigasi dari proses awal investigasi sampai dengan hasil dari penelusuran untuk dasar Analisa dan penguatan data claim analyst dalam pengambilan keputusan.
  • LIVE INVESTIGATION - Proses penelusuran dengan konfirmasi ke RS untuk pasien yang sedang rawat inap, hal ini memungkinkan jika saat proses penelusuran ini mendapatkan data riwayat yang dianggap material sebelum tertanggung issued polis atau adanya pemulihan, akan menjadikan dasar pengambilan keputusan rekan dibagian penjaminan untuk tidak menjaminkan perawatan yang saat ini, sehingga pasien disarankan reimburs atas perawatan tsb.

Team Leader (TL) Investigasi, Sampling Credit Card, Booth, Merchant & TeleMarketing - PT Bank Negara Indonesia Tbk - Jakarta, Indonesia

(2012-03 - 2015-02)

Sales Governance – Process Excellence Unit Retail Banking

  • Credit Card, Booth, Merchant - Bertanggung jawab atas pelaksanaan daripada kinerja tim sampling aplikasi terhadap proses Survey terhadap aplikasi yang disetorkan oleh agen pemasar Kartu Kredit.
  • Bertanggung jawab atas pelaksanaan daripada kinerja tim atas Kunjungan validasi Booth BNI yang sudah terdaftar ke management BNI guna validasi keberadaan Booth tersebut apakah sesuai dengan data yang masuk ke management BNI.
  • Bertanggung jawab atas pelaksanaan daripada kinerja tim atas Kunjungan validasi ke Merchant yang menggunakan EDC BNI.
  • TeleMarketing Credit Card & Bancassurance - Bertanggung jawab atas pelaksanaan daripada kinerja tim Tele dalam mengevaluasi hasil recording percakapan antara Tele Sales & Tele Bancassurance dengan Card Holder. Dalam hal ini bersifat meminimalisir complain yang ditimbulkan akibat kemungkinan kesalahan informasi yang disampaikan pada saat penawaran melalui telepon.
  • Investigasi - Bertanggung jawab atas pelaksanaan daripada kinerja tim investigasi terhadap proses investigasi yang dilakukan oleh agen pemasar Kartu Kredit
  • Pembagian tugas kepada FV (Field Verifikator) dalam hal ini berupa target survei, wilayah penempatan untuk survey dan pengambilan sampling untuk di survey dalam hal ini kartu kredit, booth atapun merchant.
  • Melaporkan semua aktifitas dan kegiatan dari masing – masing serta mengkompilasi laporan dari para FV.
  • Laporan dari para FV yang sudah dikompilasi nantinya dilaporkan ke CA (Credit Analyst) guna salah 1 refrensi rekomendasi sebagai pengambilan keputusan untuk diterbitkan atau tidaknya kartu kredit yang diajukan oleh calon pemegang kartu maupun penawaran dari agen pemasar ke calon pemegang kartu.
  • Membuat formula guna pencapaian target terhadap aplikasi yang disurvey terhadap incoming dari total aplikasi setiap bulannya yang termasuk didalammnya pembagian wilayah kerja masing-masing FV.
  • Compilasi Hasil Survey CC, Booth & Merchant Dari para FV di 11 kota di Indonesia diantaranya: Wilayah barat Indonesia (Medan, Pekanbaru, Palembang, Bandung, Semarang), Wilayah Timur Indonesia (Surabaya, Denpasar, Makassar, Manado, Balikpapan), Regional (Jakarta)
  • Target yang dicapai: Sampai saat ini (Maret 2013 – Mei 2014) telah berhasil monitoring aplikasi dengan cara mensample sekitar 85.800 dalam 12 Bulan atau sekitar 7.000 aplikasi perbulannya dengan target pencapaian hasil survey aplikasi 10% perbulannya.
  • Dari total aplikasi yang tersampling terpilah menjadi aplikasi yang masuk dalam kategori GOOD dan dalam kategori BAD. Dan untuk aplikasi yang masuk dalam kategori BAD tersebut yang nantinya menjadi salah 1 indikator yang bersifat refrensi untuk diterbitkan atau tidaknya kartu kredit oleh unit Credit Analyst.
  • Untuk hasil survey yang masuk dalam category BAD dan di Decline oleh Credit Analyst terdapat mitigasi resiko kredit sejumlah Rp.750.000 per aplikasinya.
  • Investigasi - Perumusan decision tree dimana alur ini yang menjadi acuan dalam penentuan pengambilan keputusan untuk penentuan letak dari kesalahan yang timbul dari agen pemasar jika memang terbukti bersalah, sehingga tingkat penentuan sangsi terhadap agen pemasar bisa ditentukan atas pelanggaran yang dilakukan oleh agen pemasar.
  • Perumusan decision table, dimana format ini terkait dari decision tree dan mengilustrasikan akan mitigasi resiko kredit kerugian yang akan diderita bank akibat pelanggaran yang dilakukan oleh agen pemasar.
  • Pengawasan pelaksanaan pembelahan data, alhasil daripada pelaksanaan survey verifikasi lokasi dari tim survey yang kemudian dilakukan identifikasi terhadap potensi timbulnya kasus terhadap baik nasabah, agen pemasar, ataupun bank.
  • Pengawasan pelaksanaan pemanggilan wawancara terhadap agen pemasar Kartu Kredit untuk klarifikasi indikasi kasus yang dicurigai, agar dapat dicari jalan keluar yang terbaik sesuai dengan prosedur perusahaan yang berlaku.
  • Melakukan kunjungan ulang ke obyek yang identifikasi terhadap potensi timbulnya kasus terhadap baik nasabah, agen pemasar, ataupun bank, dimana hasil kunjungan ini dapat menjadi penguatan atas bukti-bukti yang diperlukan jika menjadi kasus.
  • Pelaporan hasil interview kepada penyelia berikut kronologis investigasi, termasuk di dalamnya informasi mengenai indikasi kasus, hasil kunjungan ulang, hasil interview kepada agen pemasar yang terkait, hasil verifikasi kepada calon nasabah, dan usulan keputusan sebagai rangkuman dari proses investigasi.
  • Membuat rangkuman alur kasus yang akan termuat di Berita Acara Investigasi (BAI), dan yang telah disetujui oleh penyelia dan pemimpin kelompok untuk diajukan ke General Manager, dimana Berita Acara Investigasi (BAI) tersebut didalamnya tertuang kasus, investigasi dan pelanggaran serta resiko mitigasi kredit yang dapat timbul karena potensi timbulnya kasus terhadap bank.
  • Target yang dicapai: Sampai saat ini (Feb 2012 – Maret 2012) telah berhasil monitoring hasil identifikasi tim investigasi atas indikasi potensi timbulnya kasus sebanyak 1013 kasus, atau rata-rata 1000 kasus perbulan, atau rata-rata 250 kasus perminggu.
  • Hingga kini (Maret 2013) telah memonitoring hasil tim investigasi melakukan pemanggilan dan pelaksanaan interview terhadap 125 sales, atau rata-rata 35 sales per bulan, atau 10 perminggu.
  • TeleMarketing CC & Bancassurance - Perumusan langkah-langkah percakapan dalam penawaran ke konsumen kepada para telemarketing yang mana hal ini berfungsi untuk menjadi standarisasi kode etik dalam penawaran ke konsumen akan produk- produk dari bank, dan meminimalisir juga keluhan-keluhan dari konsumen akan ketidaknyamanan pada saat terjadi penawaran dari agen telemarketing.
  • Pengumpulan hasil keluhan dari konsumen yang diterma oleh unit Call Centre yang selanjutnya diteruskan ke Investigation Staff – telemarketing untuk dipilah berdasarkan jenis-jenis keluhan dari konsumen tersebut.
  • Berkoordinasi dengan tim MIS untuk hasil percakapan dari telemarketing ke konsumen, dimana hasil percakapan yang tersimpan berupa recording tersebut nantinya sebagai bukti penguatan jika suatu saat recording ini diperlukan guna penyelesaian kasus karena recording ini pun sebagai pengganti tanda tangan basah yang biasanya tertera di aplikasi.
  • Berdasarkan keluhan-keluhan dari konsumen selanjutnya Investigation Staff – telemarketing menyiapkan recording yang dibutuhkan guna penyelesaian kasus.
  • Proses mendengarkan hasil percakapan antara telemarketing ke konsumen guna mengambil kesimpulan dan penguatan bukti atas salah atau tidaknya telemarketing dalam menawarkan produk ke konsumen.
  • Hasil percakapan sesuai recording selanjutnya dikirimkan ke unit call centre melalui email dengan diketahui oleh penyelia dan manager.
  • Jika konsumen tidak puas akan hasil yang diinformasikan oleh call centre, konsumen pun diinformasikan oleh call centre dapat mendengarkan hasil percakapan antara telemarketing dengan konsumen guna penyelesaian keluhan ini.
  • Pemberian rekomendasi sangsi kepada para telemarketing sesuai dengan kesalahahan yang dilakukan (verbal, SP1, SP2, SP3 dan terminasi) oleh para telemarketing yang mana dalam perjalanan proses pemberian sangsi ini, dari pihak penyelia telemarketing dapat memberikan sanggahan yang harus disertai dengan bukti-bukti sebagai penguat untuk sanggahan tersebut dan waktu dalam sanggahan tersebut sudah ditentukan oleh unit terkait guna mengindari berlarut-larutnya penyelesaian masalah ke konsumen.

Team Leader (TL) Investigasi – Kartu Kredit - PT Bank Danamon Indonesia - Jakarta, Indonesia

(2010-07 - 2012-02)

Sales Governance – Unit Card Business

  • Bertanggung jawab atas pelaksanaan daripada proses investigasi terhadap agen pemasar Kartu Kredit – Direct Sales
  • Pelaksanaan pembelahan data alhasil daripada pelaksanaan survey verifikasi lokasi dari tim survey yang kemudian dilakukan identifikasi terhadap potensi timbulnya kasus terhadap baik nasabah, agen pemasar, ataupun bank.
  • Pelaksanaan pemanggilan interview terhadap agen pemasar Kartu Kredit untuk klarifikasi indikasi kasus yang dicurigai, agar dapat dicari jalan keluar yang terbaik sesuai dengan prosedur perusahaan yang berlaku.
  • Pelaporan hasil interview kepada penyelia berikut kronologis investigasi, termasuk di dalamnya informasi mengenai indikasi kasus, hasil interview kepada agen pemasar yang terkait, hasil verifikasi kepada calon nasabah, dan usulan keputusan sebagai rangkuman dari proses Investigasi
  • Team Leader (TL) Investigasi – Telemarketing - Bertanggung jawab atas pelaksanaan daripada proses investigasi terhadap agen pemasar Kartu Kredit telemarketing.
  • Perumusan langkah-langkah percakapan dalam penawaran ke konsumen kepada para telemarketing yang mana hal ini berfungsi untuk menjadi standarisasi kode etik dalam penawaran ke konsumen akan produk- produk dari bank, dan meminimalisir juga keluhan-keluhan dari konsumen akan ketidaknyamanan pada saat terjadi penawaran dari agen telemarketing.
  • Pengumpulan hasil keluhan dari konsumen yang diterma oleh unit Call Centre yang selanjutnya diteruskan ke Investigation Staff – telemarketing untuk dipilah berdasarkan jenis-jenis keluhan dari konsumen tersebut.
  • Berkoordinasi dengan tim MIS untuk hasil percakapan dari telemarketing ke konsumen, dimana hasil percakapan yang tersimpan berupa recording tersebut nantinya sebagai bukti penguatan jika suatu saat recording ini diperlukan guna penyelesaian kasus karena recording ini pun sebagai pengganti tanda tangan basah yang biasanya tertera di aplikasi.
  • Berdasarkan keluhan-keluhan dari konsumen selanjutnya Investigation Staff – telemarketing menyiapkan recording yang dibutuhkan guna penyelesaian kasus.
  • Proses mendengarkan hasil percakapan antara telemarketing ke konsumen guna mengambil kesimpulan dan penguatan bukti atas salah atau tidaknya telemarketing dalam menawarkan produk ke konsumen.
  • Hasil percakapan sesuai recording selanjutnya dikirimkan ke unit call centre melalui email dengan diketahui oleh penyelia dan manager.
  • Jika konsumen tidak puas akan hasil yang diinformasikan oleh call centre, konsumen pun diinformasikan oleh call centre dapat mendengarkan hasil percakapan antara telemarketing dengan konsumen guna penyelesaian keluhan ini.
  • Pemberian rekomendasi sangsi kepada para telemarketing sesuai dengan kesalahahan yang dilakukan (verbal, SP1, SP2, SP3 dan terminasi) oleh para telemarketing yang mana dalam perjalanan proses pemberian sangsi ini, dari pihak penyelia telemarketing dapat memberikan sanggahan yang harus disertai dengan bukti-bukti sebagai penguat untuk sanggahan tersebut dan waktu dalam sanggahan tersebut sudah ditentukan oleh unit terkait guna mengindari berlarut-larutnya penyelesaian masalah ke konsumen.

Field Verificator Staff – Kartu Kredit - The Royal Bank Of Scotland (RBS) - Jakarta, Indonesia

(2009-08 - 2010-05)

Sales Governance – Card Business

  • Bertanggung jawab atas pelaksanaan daripada proses verifikasi on the spot (ots) dengan cara melakukan survey langsung di lokasi terhadap aplikasi pengajuan Kartu Kredit untuk wilayah Jakarta Timur
  • Perencanaan rute survey harian dari lokasi sample yang diberikan oleh Team Leader untuk wilayah Jakarta Timur dengan minimal tujuh (7) lokasi harian.
  • Melakukan survey di lokasi untuk membandingkan informasi yang ada pada aplikasi terhadap informasi yang digali di lapangan beserta narasumber yang memberikan keterangan.
  • Melakukan analisa terhadap kualitas nasabah dan jenis usaha yang sedang disurvey dari sisi kelayakan dan resiko operational.
  • Melakukan pelaporan terhadap hasil survey lapangan untuk diberikan kepada Team Leader.
  • Achievements: Periode Agustus 2009 – Mei 2010 telah berhasil melakukan 1500 survey, atau rata2 150 per bulan, atau 8 per hari
  • Periode Agustus 2009 – Mei 2010 telah merekomendasikan sebanyak 1065 hasil yang bagus, dan 435 hasil yang tidak baik, atau rata2 105 baik dan 45 tidak baik per bulan.

Konsultan IT - General Affair dan Admin Support - PT. Suar Amarta Solusindo - Jakarta, Indonesia

(2006-09 - 2009-02)

Bertanggung jawab terhadap proses penyiapan berkas-berkas atau dokumen-dokumen yang diperlukan guna mengikuti proses lelang/tender yang diadakan oleh panitia lelang/tender baik di departemen-departemen ataupun swasta.

  • Proses observasi dari media cetak maupun media – media lainnya yang memfasilitasi tentang sumber informasi akan lelang/tender yang berhubungan dengan jasa yang sesuai dengan kriteria perusahaan khususnya jasa pembangunan perangkat lunak teknologi informasi.
  • Menerima lembar RKS (Rencana Kerja dan Syarat) dari panitia penyelenggara lelang yang berisi berkas-berkas atau dokumen-dokumen pendukung (legalitas perusahaan, syarat-sayarat yang ditentukan oleh penyelenggara lelang/tender, tenaga ahli yang sesuai dengan klasifikasi yang dibutuhkan oleh penyelenggara lelang/tender) untuk mengikuti proses lelang/tender yang sesuai dengan klasifikasi perusahaan.
  • Mengikuti proses aanwzyng di perusahaan ataupun departemen-departemen yang menyelenggarakan lelang/tender guna mengetahui spesifikasi kebutuhan dari penyelenggara lelang/tender.
  • Dalam perjalanan perusahaan memenangkan lelang/tender, mengawasi dan menginformasikan kepada penyelia sampai sejauh mana proses kebutuhan dari penyelenggara lelang/tender, sehingga kebutuhan dari penyelenggara lelang/tender dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan pada saat proses lelang/tender diawal.
  • Setelah proses kebutuhan penyelenggara lelang/tender sudah diproses hampir 50%, selanjutnya diinformasikan kepada penyelenggara lelang/tender sampai sejauh mana perusahaan sudah menyelesaikan kebutuhan sesuai dengan keinginan penyelenggara lelang/tender, hal ini diperlukan guna kebutuhan-kebutuhan dari penyelenggara lelang/tender sesuai dengan spesifikasi dari penyelenggara lelang/tender, sehingga hal-hal yang dianggap perlu dilakukan perbaikan dapat dilakukan sebelum proses kebutuhan dari penye

Team Leader Parkir - PT. Gunung Sewu Inti Management - Jakarta, Indonesia

(2000-05 - 2004-11)

Building Management

  • Bertanggung jawab terhadap proses kelangsungan operasional maintenance gedung khususnya parkir kepada tenant penyewa gedung ataupun konsumen.
  • Bertanggung jawab terhadap operasional diarea gedung khususnya perparkiran demi kelancaran arus sirkulasi kendaraan.
  • Bertanggung jawab terhadap jadual petugas parkir di masing-masing pos untuk penjagaan masuk atau keluarnya kendaraan dari area perparkiran.
  • Bertanggung jawab atas hasil harian dari pemasukan parkir yang selanjutnya disetorkan ke kas kantor pusat.
  • Bertanggung jawab dan mengontrol data terkini atas penginputan dari admin parkir untuk jumlah tenant yang berlangganan parkir ataupun konsumen di luar tenant yang akan berlangganan parkir di area gedung.
  • Mensupervisi kepada para petugas dilapangan jika dilapangan terjadi keluhan dari tenant ataupun konsumen yang menggunakan fasilitas parkir di area gedung dan jika tidak terjadi titik temu maka dianjurkan kepada para petugas dilapngan untuk mengarahkan ke management building konsumen yang mengalami keluhan ini.

Pendidikan

Strata 1 - Manajemen - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Jakarta (2006 - 2011)

SMK - Akuntansi - SMK Kharismawita Jakarta

Keterampilan

Senior Investigator

Ulasan